Setelah aku menemukan bidang projek individuku di sekolah yaitu baking dan pastry, aku memutuskan untuk fokus bereksperimen membuat berbagai kue kering dahulu, salah satunya adalah soft cookies.
Tentu saja berbahan utama tepung mocaf, karena aku ingin hasil masakanku sehat dan gluten-free, dan agar semua kalangan dari anak-anak hingga lansia dapat menikmati masakanku nantinya. Setelah mencari-cari resep soft cookies di berbagai platform, seperti biasa aku mencari, mengutak-atik lalu memodifikasi resep-resep yang kutemukan dan menyatukannya menjadi satu resep. Jadilah resep fiks yang kini menjadi resep utama brand kecilku yang bernama CooKienz.
Aku mulai mengeksekusi resep yang aku modifikasi setelah beberapa kali trial, ketika seloyang soft cookies keluar dari oven, aku menata mereka di cooling tray dengan rapi, memfotonya, lalu menggugahnya di stoy Instagram. Tak lama kemudian ponselku mulai berbunyi dan bergetar beberapa kali karena reply-an story yang baru saja kuunggah.
''Kin, bagiii''
''Mauuu, sisain buat aku dongg''
''Bawa ke sekolah pliss hehe aku mau minta''
''Bagi dikit dong kak''
Bahkan ada yang langsung DM aku dan menanyakan kalau soft cookies bikinanku dijual atau tidak. Aku sangat tidak menyangka kalau story ku akan banjir like dan komentar dengan teman-temanku yang menginginkan soft cookies bikinanku.
Setelah aku membawa beberapa keping soft cookies bikinanku ke sekolah, membagi-bagikannya ke guru dan teman-teman, semua respon dan review mereka mengatakan kalau hasil masakanku sangat enak. Bahkan salah satu guruku mengatakan kalau soft cookies ku sudah layak untuk dijual.
Dan dari situ lah lembaran baru dalam hidupku dibuka. Toko dessert kecil bernama CooKienz pun tercipta.
Komentar
Posting Komentar